Perkenalkan namaku Mevy, umurku 23 tahun. Saat ini aku kuliah
di salah satu perguruan tinggi di provinsi Kalimantan Barat, tepatnya di
kota Pontianak semester 7. Sebagai gambaran, aku berkulit kuning
langsat (masih keturunan tionghoa), tinggiku 164 cm dan berat 63 kg
dengan ukuran bra 34B. Aku anak pertama dari 2 bersaudara, adikku cewek
masih duduk di bangku kuliah semester 3. Selain itu aku juga punya
lesung pipit di kedua belah pipiku, dengan rambutku yang sebahu. Saat
ini aku masih sendiri setelah hampir 1 tahun putus dengan pacarku.
-----5-----
Aku ingin menceritakan pengalaman "gila"ku, yang sudah lama aku simpan. Sudah lama aku ingin berbagi ceritaku ini,
-----5-----
Sejujurnya aku akui kalau aku mempunyai sifat aneh yang mungkin jarang
dimiliki wanita yang seusia denganku. Yah boleh dibilang aku "beda"
dengan perempuan kebanyakan. Aku mempunyai sifat suka mempertunjukkan
bagian-bagian tubuhku kepada orang lain, khususnya laki-laki. Hal ini
sudah kualami sejak aku berumur 17 tahun, waktu itu aku masih duduk di
bangku SMU kelas 2. Ceritanya aku baru pulang dari sekolah, hari itu aku
capek sekali karena tadi pagi habis mengikuti pelajaran olah raga,
kemudian siangnya aku mengikuti latihan Paskibra sehingga begitu pulang
tanpa membuka pakaian sekolahku, aku langsung tertidur di kamarku.
-----5-----
Sialnya aku lupa menutup pintu, mungkin karena badan ini sudah begitu
lelah sampai-sampai hal sekecil itu tak terpikirkan olehku. Berhubung
aku masih memakai pakaian sekolah, otomatis rok sekolahku masih belum
kubuka. Sehingga mungkin tanpa sadar aku telah tidur dengan posisi yang
sangat menantang buat laki-laki yang melihatku. Saat itu aku lupa kalau
dirumah adikku sedang kerja kelompok dengan teman-teman sekolahnya.
Sekilas waktu aku datang dari sekolah tadi cukup ramai juga, kebanyakan
dari teman-teman adikku yang datang adalah cewek, cowoknya hanya ada 2
orang, dan itupun aku tak mengenalnya. Berhubung kamarku berada di depan
ruang tamu tempat adikku dan temannya mengerjakan tugas kelompok,
sehingga akan kelihatan tempat tidurku. Entah berapa lama aku tertidur,
begitu terbangun dari tidurku tanpa sengaja mataku melihat teman adikku
yang cowok sedang melihat ke kamarku, atau tepatnya kearah bawah
tubuhku. Barulah aku tersadar kalau rokku telah tersingkap hingga hampir
ke pangkal pahaku sehingga dengan jelas teman adikku itu bisa melihat
dengan bagian rahasiaku.
-----5-----
Saat itu aku baru tersadar kalau aku masih mengenakan pakaian seragam
sekolahku, mungkin teman adikku itu sedang memperhatikan gundukkan
daging yang masih tertutup dengan celana dalam berwarna biru yang
kukenakan. Entah mengapa aku tiba-tiba punya ide gila untuk membiarkan
kejadian itu terus berlangsung. Bahkan dengan santainya aku membuka
kedua pahaku dan berlaku seolah-olah aku masih tidur. Enyah mengapa
kurasakan jantung ini berdegup dengan kencang, sensasi yang tak pernah
kurasakan sebelumnya. Bahkan dengan mengintip dari balik bantalku,
kulihat teman adikku itu masih melihat kearahku. Kulihat mukanya merah
sambil sesekali menelan air ludah. Hal itu kusadari dengan melihat
jakunnya yang naik turun dari tadi sejak melihatku.
-----5-----
Kemudian aku pura-pura mengubah posisiku, jikalau tadi ia bisa melihat
dengan jelas bagian depan kemaluanku yang masih tertutup celana dalam
itu, kini aku ingin menunjukkan bagian pantatku yang kata teman-teman
sekolahku aku memiliki pantat yang lumayan aduhai. Walaupun aku tidak
bisa melihat reaksi teman cowok adikku itu tapi dapat kubayangkan
bagaimana wajahnya setelah kuperlihatkan bagian pantatku itu. Bahkan
dengan pura-pura tertidur pulas sengaja aku naikkan rok ku agar ia bisa
melihat dengan jelas seluruh bagian pantatku. Tapi entah mengapa tak
lama kemudian aku mendengar tawa keras dari teman-teman adikku itu,
seolah menertawakan sesuatu yang sangat lucu.
-----5-----
Barulah kusadari kalau mereka itu menertawakan aku setelah adikku masuk
ke kamarku dan membangunkan aku yang pura-pura tertidur dan mengatakan
bahwa rokku tersingkap. Aku cuek saja pura-pura tidak tahu akan hal itu,
lalu setelah adikku keluar dari kamarku, aku tiba-tiba tertawa walaupun
dengan perlahan dan mengatakan pada diriku sendiri dalam hatiku kalau
"aku sudah gila". Kemudian aku keluar kamar untuk menuju ke kamar mandi
untuk buang air kecil, saat aku keluar kulihat teman adikku yang tadi
mengintipku tanpa sengaja mataku dan mata cowok teman adikku itu bertemu
pandang, aku tersenyum dan dibalasnya setelah itu ia menunduk dan
kulihat sekilas wajahnya memerah. Melihat itu kembali aku tersenyum dan
melanjutkan langkahku menuju kamar mandi.
-----5-----
Sesampainya di kamar mandi sebelum aku pipis kuraba vaginaku dan aku
terkejut karena ternyata vaginaku telah basah dengan cairan yang saat
itu aku masih belum mengerti cairan apa itu. Semula ku beranggapan kalau
cairan itu adalah keputihan, namun setelah kuperhatikan celana dalamku
cairan itu lumayan banyak dan tidak berbau seperti layaknya keputihan.
Akhirnya lama kelamaan baru aku sadari kalau itu adalah orgasme pertama
yang kualami dalam hidupku. Mungkin cairan itu keluar saat aku merasakan
nikmatnya ketika aku mempertontonkan bagian rahasiaku kepada teman
adikku tadi. Pikirku saat itu, ternyata begini rasa nikmat saat orgasme.
Tiba-tiba aku punya ide gila yang selama ini tak pernah terlintas di
otakku. Aku ingin menunjukkan seluruh bagian tubuhku tanpa sehelai
benangpun kepada laki-laki. Namun aku tak tahu bagaimana caranya.
-----5-----
Akhirnya setelah sekian lama menunggu, hampir setengah tahun, akhirnya
saat itu datang juga. Walaupun itu boleh dibilang bukan suatu
kesengajaan, tapi aku bersyukur.
-----5-----
Saat itu rumahku kedatangan tamu, dia adalah sepupuku dari keluarga
mamaku. Namanya Ivan, ia seumur denganku saat itu dan sama-sama masih
duduk dibangku SMA kelas 2. Menurut penilaianku Ivan adalah seorang
cowok yang humoris, ia sering membuatku tertawa dengan joke-jokenya yang
spontan, menurutku walaupun tampangnya tidak terlalu ganteng namun aku
cukup terpesona melihatnya karena ia memiliki sesuatu yang sangat aku
sukai dari kaum lelaki yaitu dagunya yang berbelah. Saat itu Ivan sedang
berlibur di rumahku, karena kami sedang libur kenaikan kelas.
-----5-----
Otomatis selama hampir sebulan Ivan akan menginap di rumahku. Saat itu
juga aku baru teringat akan "rencanaku" untuk mengulangi kegilaanku
dulu. Akhirnya saat yang aku tunggu-tunggu akhirnya datang juga, hari
itu hari minggu. Dirumah saat itu hanya tinggal aku, adikku, dan ivan.
Waktu menunjukkan pukul 09.00 pagi, aku baru bangun tidur saat kulihat
Ivan dan adikku sedang nonton TV di ruang tamu. Saat melihatku, Ivan
tersenyum dan berkata,
-----5-----
"Yee.. Anak perawan kok bangun siang ?"
-----5-----
Aku hanya tersenyum mendengarnya, tak lama kemudian aku kembali ke
kamarku mengambil handukku untuk mandi, saat aku melintas kulihat hanya
Ivan sendiri yang sedang menonton.
-----5-----
"Lho, Nita mana?? Kok sendiri aja nontonnya??"
"Nita ada temannya datang, tuh didepan" Jawab Ivan.
"Oo.. Ya udah. Eh 'Van, kamu udah mandi belum??"
"Mandi, aku mah udah dari tadi mandinya. Kamu tuh baru bangun, sana mandi.. Bau tau".
"Biarin bau.. Tapi tetep cakep. Kirain kamu belum mandi. Kalo belum sih.." Ucapku menggantung.
"Kenapa?? Mo ngajak mandi bareng??" Tanya Ivan spontan.
"Nita ada temannya datang, tuh didepan" Jawab Ivan.
"Oo.. Ya udah. Eh 'Van, kamu udah mandi belum??"
"Mandi, aku mah udah dari tadi mandinya. Kamu tuh baru bangun, sana mandi.. Bau tau".
"Biarin bau.. Tapi tetep cakep. Kirain kamu belum mandi. Kalo belum sih.." Ucapku menggantung.
"Kenapa?? Mo ngajak mandi bareng??" Tanya Ivan spontan.
-----5-----
Aku cukup terkejut juga mendengarnya, tapi dengan santai aku menjawab,
-----5-----
"Maunya sih, kalo situ nggak keberatan"
-----5-----
Ivan hanya terdiam mendengar jawabanku. Lalu dengan santai aku melangkah
menuju kamar mandi yang terletak di dekat dapur. Kurasakan seolah-olah
Ivan sedang menatapku dari belakang. Setelah masuk ke kamar mandi,
sengaja tidak kututup rapat pintu kamar mandi. Aku berharap Ivan
mengetahui kesengajaanku ini, aku ingin merasakan bagaimana nikmatnya
mandi sambil diintip laki-laki. Setelah menanggalkan seluruh pakain yang
melekat ditubuhku, sambil bernyanyi kecil aku membasahi tubuhku dengan
air yang keluar dari shower. Sekitar 10 menit kemudian, kudengar bunyi
langkah menuju arah dapur. Lewat sela-sela pintu yang sengaja tidak 'ku
tutup tadi, aku lihat Ivan sedang mengambil air minum.
-----5-----
Sekilas kulihat arah matanya sedang menatap pintu kamar mandiku dan aku
yakin ia melihat tubuhku walaupun tidak seluruhnya terlihat. Lalu aku
pura membungkuk untuk membersihkan kakiku, sengaja kuarahkan pantatku ke
sela-sela pintu agar Ivan dapat dengan leluasa melihat bagian yang
kuanggap paling seksi dari seluruh tubuhku itu. Sekitar lima menit
kemudian aku mengubah posisiku, kali ini aku berdiri menyamping, sekilas
kulirik kalau Ivan masih berdiri ditempatnya, kuusap-usap payudaraku
yang berukuran 34B itu. Kupastikan agar Ivan bisa melihat gerakanku itu
walaupun dari samping. Aku merasakan sensasi yang luar biasa dahsyat
saat aku mengelus-elus pentil susuku.
-----5-----
Badanku bergetar hebat menahan gairah yang seakan-akan mau meledak. Ah,
aku berkhayal, seandainya Ivan menerobos masuk dan mencumbuku tentu
tidak akan kutolak. Kini tanganku turun untuk mengelus vaginaku.
Kumain-mainkan clitorisku, ach.. Ingin rasanya aku berteriak "Ivan.. Apa
yang kau tunggu lagi Cumbu aku, puaskan aku"
-----5-----
Aku seolah tak perduli lagi. Tak lama kemudian aku merasakan ada suatu
yang akan keluar dan dapat aku pastikan kalau aku akan orgasme.
Kupercepat elusan tanganku di clitorisku, dan tak lama kemudian..
-----5-----
"Akhh.. Eesstt.."
-----5-----
Tanpa kusadari aku mengerang menahan kenikmatan yang sedang aku rasakan
dan aku yakin Ivan pasti mendengarnya. Barulah setelah itu aku
membersihkan badanku. Setelah mengeringkan badanku, aku keluar dari
kamar mandi dan kulihat Ivan sudah tidak ada lagi di tempatnya semula
berdiri. Saat aku melewati ruang tamu. Kulihat ia sedang nonton TV
sambil berbaring.
-----5-----
"Wah, lama amat mandinya. Jangan-jangan udah habis tuh airnya, hampir
aja aku mo' numpang kencing di rumah tetangga kalo' kamu nggak
keluar-keluar. Tidur yah..??" Ledek Ivan
-----5-----
Aku hanya menjulurkan lidahku mendengar ucapannya, sekilas saat aku akan
masuk ke kamarku, kulihat bagian bawah pusar Ivan tampak menonjol. Aku
yakin ia pasti horny, karena dari tadi mengintip aku mandi.
-----5-----
Setelah masuk ke kamarku, sengaja tidak kututup pintu kamarku, sehingga
kamarku hanya ditutupi kain korden. Sehingga apabila tertiup angin,
kupastikan kain itu akan tersibak. Setelah membuka lilitan handuk yang
menutupi tubuhku, aku mengeringkan sisa-sisa air dari tubuhku sambil
sesekali melirik Ivan yang ada tepat di depan kamarku, kuharap ia sadar
kalau aku ingin mengulangi kejadian di kamar mandi, kini di kamarku.
Sambil bernyanyi-nyanyi aku mengambil BH, CD dan daster dari dalam
lemari bajuku. Aku ingin terlihat seksi saat Ivan melihatku memakai
daster didepannya, karena aku yakin pasti ia tidak pernah melihat
seorang gadis sepertiku memakai daster. Kemudian terlintas di pikiranku
seandainya aku tidak memakai bra, pasti akan terlihat dengan jelas
lekuk-lekuk payudaraku.
-----5-----
Kemudian kutaruh kembali BH yang tadi kuambil. Lalu aku mulai memakai
celana dalamku saat tiba-tiba angin bertiup kencang hingga menyingkap
kain penutup kamarku sehingga terlihat dengan jelas posisiku yang sedang
memasukkan kaki kananku ke dalam segitiga pengaman wanita itu. Dan
tanpa sengaja mataku bertatapan dengan mata Ivan yang sedang tercengang
melihat pemandangan indah itu. Tapi aku cuek saja dan tetap meneruskan
kegiatanku memakai celana dalam. Aku tersenyum mengingat raut wajah Ivan
saat melihatku bugil tadi. Setelah lengkap berpakaian, aku keluar dan
kulihat Ivan tidak ada ditempatnya semula. Lalu kudengar bunyi pintu
kamar mandi yang barusan ditutup. Oh, mungkin ia sedang buang air kecil,
pikirku.
-----5-----
Tak lama kemudian Ivan keluar dari WC dan menuju kearahku. Kulihat
wajahnya memerah, tapi aku tak tahu karena apa. Sambil nonton TV, aku
dan Ivan berbincang-bincang sambil sesekali aku tertawa dibuatnya dengan
cerita-cerita lucunya. Saat aku tertawa itu ku rasakan payudaraku yang
tanpa BH itu berguncang-guncang. Aku lihat Ivan sesekali melirik ke arah
gunung kembarku itu, dan aku yakin ia pasti tahu kalau aku tidak
memakai BH. Tanpa kusadari ternyata tonjolan putingku itu nampak jelas
tercetak dari balik dasterku.
-----5-----
"Ah, udahan ah 'Van. Cerita lo' bikin aku sakit perut nahan pipis. Dari tadi ketawa melulu". Ucapku.
"Lha pipis di tahan-tahan, ntar jadi penyakit baru tahu." Jawab Ivan.
"Ya udah aku pipis dulu nih.."
"Lha pipis di tahan-tahan, ntar jadi penyakit baru tahu." Jawab Ivan.
"Ya udah aku pipis dulu nih.."
-----5-----
Lalu aku beranjak menuju ke kamar mandi untuk pipis. Setelah buang air
kecil, saat aku akan keluar kulihat pakaian dalamku sebelum aku mandi
tadi masih menggantung di belakang pintu. Lalu aku mengambilnya dengan
maksud akan kurendam di ember, tanpa sengaja saat aku memegang celana
dalamku kurasakan ada banyak lendir tepat dibagian penutup vaginaku.
Saat aku perhatikan, ada banyak lendir berwarna putih kental disitu. Aku
bertanya-tanya apakah ini cairanku, tapi setahuku tadi saat aku mo'
mandi, aku ingat kalau celana dalamku tadi masih kering karena saat ini
aku masih dalam masa subur. Pun aku yakin kalau itu bukan cairan
keputihan, karena cairan yang ini banyak sekali seperti lendir. Saat
kusentuh cairan itu terasa hangat dan melekat, baunya pun persis dengan
bau pemutih pakaian.
-----5-----
Kulihat di BHku juga ada cairan lendir itu walaupun tidak banyak. Aku
berpikir, apakah ini cairan milik Ivan, karena aku pernah membaca suatu
artikel kalau cowok itu senang sekali onani bahkan aku juga pernah
membaca di internet kalau ada sifat cowok yang suka mengoleksi pakaian
dalam cewek bekas pake', kalo ngga salah namanya Fetish.
-----5-----
Kini aku yakin ini pasti sperma milik Ivan, mungkin ia tidak bisa
menahan nafsunya sehingga dilampiaskan melalui pakaian dalamku ini. Aku
tidak menyangka ternyata Ivan yang kuanggap "alim" itu bisa melakukan
onani, dan pakaian dalamku yang menjadi korbannya. Tapi aku tidak marah,
malah aku ingin merasakan bagaimana rasanya air mani Ivan ini. Kemudian
aku keluar dari kamar mandi, dan masuk ke kamarku. Saat aku melewati
ruang tamu, kulihat tidak ada siapa-siapa. Mungkin Ivan ada dikamarnya
di lantai dua.
-----5-----
Begitu sampai ke kamarku, kukunci pintu kamarku dan kembali ku buka
lipatan celana dalamku yang terdapat sisa-sisa air mani Ivan tadi.
Dengan perlahan, kuhirup aroma sperma milik Ivan itu. Mungkin kalau ada
orang yang melihatku pasti akan jijik dan mengatakan aku jorok. Tapi aku
tak perduli dan tetap ku hirup aroma nikmat itu. Kurasakan panas yang
keluar dari tubuhku walaupun di kamarku telah terpasang AC. Kubuka
daster yang kukenakan dan juga celana dalamku hingga aku telanjang
bulat. Kemudian aku berbaring di atas tempat tidurku, sambil tetap
mencium bau khas lendir milik laki-laki yang bernama Ivan itu.
-----5-----
Karena penasaran, kumainkan lendir itu dengan jari telunjukku. Timbul
rasa penasaran ingin "mencicipi" sperma Ivan ini, tapi aku takut hamil.
Tapi karena rasa penasaranku begitu kuat, kubuang jauh-jauh rasa takutku
itu dan tanpa rasa jijik sedikitpun kujilat sedikit air mani Ivan itu.
Kurasakan rasa asin dan entah rasa apa lagi, tak bisa kujelaskan. Karena
penasaran, kujilat lagi sedikit sperma Ivan yang ada di celana dalam ku
itu, hingga tanpa sadar akhirnya kujilat dan kutelan seluruh air mani
Ivan itu hingga celana dalamku yang tadi belepotan dengan air mani Ivan
itu menjadi basah oleh air liurku karena bekas menjilatinya tadi. Entah
mengapa aku jadi ketagihan, rasa asin tadi seolah berubah menjadi suatu
rasa nikmat yang memabukkanku. Akhirnya karena terangsang hebat, ku
mainkan klentitku, aku pun mendesah hebat menahan getaran kenikmatan
hingga akhirnya aku orgasme.
-----5-----
"Aahh.. Esstt.."
-----5-----
Sesaat aku terkulai lemas, dan tanpa sadar aku akhirnya tertidur dengan
tubuh telanjang. Saat aku bangun kulihat jam ternyata aku tertidur
hampir 1 jam. Cepat-cepat aku memakai bajuku kembali dan keluar untuk
mencuci pakaian dalamku tadi. Setelah mencuci, tiba-tiba kurasakan kalau
rumahku sepertinya sepi tidak ada orang. Lalu aku membuka kamar adikku,
ternyata dia tidak ada. Akhirnya aku baru teringat akan Ivan, aku lupa
menyuruhnya makan. Kulangkahkan kakiku menuju lantai dua, menuju kamar
Ivan. Kulihat pintunya terbuka sedikit, pikirku apakah Ivan sedang
tidur. Saat tanganku akan membuka pintu kamarnya, aku dikejutkan dengan
pemandangan yang membuatku surprise. Aku lihat Ivan sedang berbaring
telanjang diatas tempat tidurnya, kelihatannya ia sedang horny berat
karena kulihat ia sedang mengelus-elus penisnya. Untuk pertama kalinya
aku baru melihat bentuk penis laki-laki.
-----5-----
Lumayan besar juga milik Ivan. Yang makin membuatku surprise adalah
ternyata Ivan sedang memegang celana dalam berwarna merah. Aku yakin itu
pasti milik adikku karena aku tidak mempunyai celana dalam berwarna
merah. Kulihat Ivan sedang mencium-cium celana dalam adikku itu tepat di
bagian tengah-tengahnya. Lalu ia mulai mengocok penisnya sambil tetap
mencium CD adikku itu. Aku yang melihat itu kembali menjadi terangsang.
Kuremas-remas payudara sebelah kananku sambil melihat Ivan. Ah, kalau
aku tidak dapat mengendalikan diriku mungkin sudah dari tadi aku masuk
kekamar Ivan. Aku membayangkan seandainya penis Ivan itu menusuk-nusuk
memekku, ah pasti nikmat sekali. Tak lama setelah itu aku lihat wajah
Ivan tiba-tiba memerah dan tubuhnya menegang, dan kulihat ia meletakkan
celana dalam adikku itu tepat di diujung penisnya dan kudengar ia
mendesis pelan menyebut nama adikku.
-----5-----
"Achh.. Fitri.. Enak sekali sayang"
-----5-----
Oh, mungkin ia sedang membayangkan begituan dengan adikku. Sialan,
makiku dalam hati kenapa ia malah memilih Fitri untuk menjadi bahan
onaninya. Kenapa tidak aku, tiba-tiba saja aku menjadi cemburu. Padahal
aku lebih cantik dibandingkan adikku itu.
-----5-----
Tak lama setelah itu, kulihat Ivan mengangkat celana dalam yang tadi
ditutupkannya di atas penisnya saat onani. Kulihat celana dalam adikku
itu basah dibagian tengahnya. Dan kulihat juga di ujung penis Ivan itu
ada sedikit cairan putih, sama seperti yang terdapat di celana dalamku
tadi. Ternyata dugaanku tidak meleset, lendir yang tadi ada di celana
dalamku itu adalah kepunyaan Ivan. Ternyata ia juga ingin membaginya
dengan celana dalam adikku.
-----5-----
Kemudian aku turun dan pura-pura sedang nonton TV, semoga saja Ivan
tidak mengetahui kalau aku tadi mengintipnya sedang onani. Itulah
sedikit pengalamanku yang bisa kuceritakan. Sebenarnya masih ada
pengalamanku ynag lain yang lebih seru, dan aku janji akan
menceritakannya nanti.
-----5-----